8 Maret 2004 – Menghimbau semua perempuan
AKSI PEREMPUAN DUNIA KE-5

Menghimbau semua laki-laki untuk bergabung dengan perempuan untuk
MENGHENTIKAN DAN MENGUBAH DUNIA!
INVESTASI UNTUK KASIH SAYANG, BUKAN UNTUK MEMBUNUH!

Sejarah Panjang

AKSI PEREMPUAN DUNIA lahir pada tahun 1999 saat para perempuan di Irlandia sepakat menyambut millennium baru dengan pergerakan nasional masal. Mereka menuntut International Wages for Housework Campaign (Kampanye Upah Internasional bagi Pekerjaan Rumah Tangga) agar mendukung aksi mereka, dan kami menghimbau semua perempuan di seluruh dunia agar melakukan aksi serentak pada tanggal 8 Maret 2000.

Aksi ini lahir dari sebuah perjalanan panjang yang dimulai pada tahun 1952 dengan dikeluarkannya selebaran bertema “A Woman’s Place” (Tempat Perempuan) dan dilanjutkan dengan “Power of Women and the Subversion of the Community” (Kekuatan Perempuan dan Subversi Masyarakat) , di tahun 1972 dan “Sex, Race, and Class” (Seks, Ras dan Kelas) di tahun 1973.* Ketiga kampanye ini membahas tentang bagaimana perempuan pekerja mempunyai pekerjaan kedua yaitu di rumah dan di masyarakat tanpa upah, dan pekerjaan ini melahirkan semua pekerja di seluruh dunia, dan bahwa perjuangan kami untuk mengubah dunia tidak kentara namun terpusat.

Sejak itu, kami selalu menggelar kampanye untuk mendapatkan PENGAKUAN dan UPAH bagi semua pekerjaan yang dilakukan perempuan tanpa dibayar, sebagaimana halnya dengan KESAMAAN PEMBAYARAN- ini termasuk GERAKAN BERSAMA melawan kemiskinan, exploitasi dan diskrimasi perempuan dalam segala bentuk. Menurut PBB, perempuan melakukan 2/3 dari pekerjaan dunia: mulai dari menyusui dan membesarkan anak, sampai merawat mereka yang sakit, orang tua atau cacat, membesarkan, menyiapkan dan memasak makanan untuk keluaraga, masyarakat dan dunia (80% dari makanan yang dikonsumsi di Afrika dipersiapkan oleh perempuan), bekerja sukarela dan bekerja di sektor ekonomi informal sebagai tukang bersih-bersih, penjahit, penjual kaki lima, pekerja seks dan bekerja di sektor ekonomi formal. Lagi-lagi pekerjaan perempuan seringkali berkisar antara merawat orang lain, di rumah sakit dan sekolah, sebagai pekerja rumah tangga, membesarkan anak, asisten pribadi…atau di toko permen – pekerjaan di mana laki-laki yang mengerjakan pekerjaan yang sama mendapat bayaran rendah. Tetapi, perempuan mendapat pembayaran paling rendah dan sering mendapatkan pelecehan seks dan SARA.

Meski di setiap negara semua pekerjaan ini merupakan pekerjaan dasar bagi kesejahteraan dan bahkan menyelamatkan hidup manusia, tipe pekerjaan semacam ini dianggap tidak berguna dan tidak dipandang oleh pasar, dan perempuan hanya mendapat 5% dari aset dunia.

Di Beijing tahun 1995, International Women Count Network yang kami koordinir, dan yang didukung oleh lebih dari 1,500 organisasi, berhasil memenangkan keputusan besar PBB. Skala nasional termasuk berapa lama waktu yang digunakan perempuan untuk mengerjakan pekerjaan tanpa bayaran dan seberapa besar nilai pekerjaan ini dihasilkan. Trinidad & Tobago dan Spanyol telah memasukkan hal ini ke dalam Konstitusi; negara-negara lain melaksanakan survey dan semakin mempertimbangkan pekerjaan tanpa bayaran untuk dimasukkan ke pengadilan dan kebijakan pemerintah.

Perempuan di 60 negara

Sejak tahun 2000, aksi ini sukses besar. Aksi tersebut menyatukan seluruh perempuan di 60 NEGARA, termasuk organisasi masyarakat dengan catatan yang memuaskan yang juga menuntut dunia agar menghargai pekerjaan perempuan dan setiap kehidupan  dan yang sudah berhasil. Mereka sekarang menjadi bagian dari International Network of Strike Co-ordinators (Jaringan Internasional Koordinator Aksi).

Di Venezuela, kami bekerja dengan para perempuan yang mengembangkan ekonomi kasih sayang dan menghasilkan dikeluarkannya Artikel 88 Undang-undang Dasar Negara, yang menghargai pekerjaan rumah tangga sebagai aktivitas ekonomi yang menghasilkan nilai tambah dan menghasilkan kesejahteraan dan kekayaan sosial yang memberikan hak kepada para istri untuk mendapatkan pengamanan sosial. Aksi ini telah menyebarkan berita momentum kemenangan ini, yang mendukung proses revolusioner di sana di mana perempuan dari masyarakat biasa berpartisipasi paling aktif.

Pergerakan ini adalah bagian dari pergerakan menentang perang dan penjajahan tidak hanya di Irak tapi juga di Palestina, Chechnya, Colombia, Congo, Kashmir…Prioritas kami adalah penekanan terhadap perjuangan yang dibuat oleh perempuan dan arah perjuangan itu sendiri, mulai dari keuntungan seluruh pergerakan tersebut dan yang seringkali dilecehkan sebagaimana pekerjaan demi keselamatan hidup orang lain yang kami lakukan. Dengan tema INVEST IN CARING NOT KILLING (INVESTASI UNTUK KASIH SAYANG BUKAN UNTUK MEMBUNUH), kami menuntut agar dana sebesar $900 milyar lebih yang sekarang dialokasikan untuk dana militer lebih baik digunakan untuk kebutuhan dasar- akses air bersih, pangan, kesehatan, perumahan, pendidikan, perlindungan dari perkosaan dan tindakan brutal lain, perlindungan terhadap bumi kita – bagi perempuan sebagai pencurah kasih sayang utama dan pejuang utama bagi keselamatan orang-orang yang dicintai. Sebagai langkah awal, kami menuntut dana militer Amerika- yang terhitung jumlahnya lebih dari separuh pengeluaran militer di dunia- di mana “Corporate America” memasukkan kepentingan ekonomi dan politiknya keseluruh dunia (termasuk warga Amerika Serikat).

Sumbangsih bagi sektor-sektor yang paling terdiskriminasi

Sektor-sektor urusan perempuan yang paling terdiskriminasi- semua perempuan berwarna, termasuk perempuan dari masyarakat adat, keturunan Afrika dan Asia, perempuan dengan anak tanpa suami, perempuan cacat tubuh, perempuan imigran, pekerja seks, perempuan lesbian…menggunakan aksi ini untuk menyuarakan sumbangsihnya kepada semua ekonomi, masyarakat dan perjuangan. Aksi ini menekankan agar sektor yang lebih menguasai pasar menghargai sumbangsih ini.

Kami juga menuntut penghargaan bagi sumbangsih laki-laki yang mendukung perjuangan kami karena mereka setuju bahwa INVEST IN CARING NOT KILLING adalah prioritas utama bagi semua pekerja dan kemanusiaan. Tidak hanya karena laki-laki berhutang budi kepada perempuan dalam kehidupan sehari-harinya – mulai dari air susu sampai memasak masakan mereka, membersihkan pakaian mereka dan dukungan emosional- tapi mereka juga bergantung kepada perempuan dalam hal prioritas melawan nilai-nilai pasar, yang sekarang ini menakutkan bagi keselamatan dunia. Situs Payday, jaringan laki-laki www.refusingtokill.net, merupakan satu sumbangsih penting bagi aksi menentang perang, dan penghargaan bagi semua orang yang membahayakan hidup dan kebebasannya sendiri demi membela kehidupan dan kebebasan orang lain.

Ruang lingkup persatuan

Kita seringkali mendengar bahwa kita harus bersatu untuk menang, tapi kita tidak mendengar banyak tentang bagaimana melakukannya (kecuali dari partai politik yang ingin memimpin kita). Kita menggunakan aksi ini sebagai alat pemersatu – dalam ruang lingkup sektor perempuan, antara laki-laki dan perempuan, di antara dan antar negara – karena berdasarkan kepada setiap sektor yang menerima dan memperkaya perjuangan mandiri setiap orang..Aksi ini bukan bagian politis, bukan juga aksi separatis. Ambisi aksi ini adalah perubahan tapi menentang ambisi pribadi yang merugikan.

Aksi Perempuan Sedunia telah diperluas dengan menggelar aksi bersama setiap tanggal 8 Maret. Aksi ini merupakan jaringan global yang mempererat perjuangan sehari-hari perempuan (dan laki-laki) dari kelas bawah yang sedang berlangsung. Kami melampirkan apa yang dikatakan oleh coordinator aksi di beberapa negara tentang sukses apa yang telah mereka raih.

Aksi ini membangun kasih sayang, dibayar atau tidak dibayar, kami adalah PEKERJA, dan bahwa kami mempunyai kekuatan untuk menghentikan kegiatan ekonomi. Hal ini dilakukan oleah perempuan di Islandia pada tanggal 24 Oktober 1975. Mereka mengatakan: SAAT PEREMPUAN BERHENTI, SEMUANYA BERHENTI. Kami menambahkan: HENTIKAN DUNIA DAN UBAHLAH.

TUNTUTAN AKSI

  • Pembayaran bagi kegiatan kasih sayang-dengan upah, pensiun, tanah dan sumber-sumber lainnya. Apa yang lebih berharga daripada membesarkan anak dan mengasihi orang lain? Berinvestasilah untuk kehidupan dan kesejahteraan, bukan untuk dana militer dan penjara.
  • Bayaran yang sama bagi semua, perempuan dan laki-laki, di pasar global.
  • Kebutuhan pangan yang cukup bagi semua, mulai dari ibu menyusui. Pembayaran cuti hamil, istirahat untuk menyusui dan keuntungan lainnya – berhenti menyalahkan diri kita sendiri karena seorang perempuan.
  • Jangan membayar “Hutang Dunia Ketiga”. Kita tidak berhutang apapun, merekalah yang berhutang kepada kita.
  • Akses air bersih yang lancar, kesehatan, perumahan, transportasi, kemahiran.
  • Energi & tekhnologi tanpa polusi dengan jam kerja yang lebih pendek. Kami semua memerlukan alat memasak, lemari pendingin, mesin cuci, computer dan waktu libur!  
  • Perlindungan & suaka dari segala kerusuhan & kekejaman, termasuk dari anggota keluarga & orang-orang yang berkuasa.
  • Kebebasan bergerak. Modal bergerak bebas, mengapa manusia tidak?

* Mulai dari saat itu, ada asumsi bahwa hanya mereka yang bekerja dengan upah, utamanya laki-laki di negara-negara industri, adalah pekerja “yang sesungguhnya”, dan hanya mereka yang dapat mengubah dunia. Wages for Housework Campaign (Kampanye Upah Pekerjaan Rumah Tangga) menggebrak paham seksual dan rasis ini, membangun otonomi sebagai dasar baru bagi organisasi dan persatuan.

home