|
Investasi
dalam mengasihi bukan pembunuhan Semenjak terjadinya pengeboman di Afganistan dan juga di Irak, telah banyak terbukanya global gerakan anti-peperangan secara massal di segala penjuru dunia. Di Amerika Serikat, penduduk kota Los Angeles sendiri telah melalui hidup tanpa ketenangan selama 140 minggu. Pengeboman dan penyarangan di Irak oleh Amerika Serikat telah memakan ribuan korban, di Amerika sendiri penduduknya di serang oleh propaganda peperangan. Kita tidak akan dapat mengetahui betapa besarnya pemrotesan tentang perang di Irak tanpa melalui bantuan internet yang tentu saja tidak mengalami proses penyaringan. The
Global Women’s Strike telah banyak mengadakan gerakan gerakan
anti-peperangan seperti pemboikotan gedung, dan juga berpatisipasi dalam
demonstrasi-demonstrasi di setiap benua. Di
Inggris, kami telah dapat meneruskan pemboikotan gedung (Community
Picket) secara mingguan, pertama, kita mulai dari luar kediaman perdana
mentri Tony Blair dan lalu masuk ke gedung parlemen dimana kami
bergabung dengan seorang lelaki yang telah berdemonstrasi selama dua
tahun. Kami
berada di gedung parlemen untuk menyaksikan, mencoba untuk menyelamatkan
banyak nyawa, dan untuk menyalurkan suara suara yang belum tersampaikan
kepada yang lain, seperti gerakan wanita Irak (Iraqi Women’s League): “Kami sangat khawatir akan gerakan-gerakan fundamentalis yang mengatasnamakan agama berazaskan ide ide militer. Rakyat Irak belum dibebaskan oleh Amerika Serikat dan kita masih saja menjadi korban dari penyerangan biadab mereka… untuk sekarang ini, rekonstruksi dari Irak adalah suatu hal yang sangat mustahil untuk dicapai.” Di saat para media
banyak meliputi berita mengenai korban korban dari pihak Amerika dan
Inggris, kami juga ingin memberi tahu kan mengenai pembunuh-pembunuhan
dan pelecehan (termasuk pelecehan seksual) dari para pasukan yang
dialami oleh rakya Irak. Para wanita dimana pun menyumbangkan hidup
mereka untuk memeperhatikan orang lain dan juga menjadi korban dalam
peperangan. Wanita dan anak-anak mencapai 70% dari seluruh korban
perang dimana 80% nya adalah korban jiwa. Tidak
mengherankan kalau wanita lebih banyak menentang peperangan dibandingkan
dengan lelaki. Banyak
kaum lelaki yang menghetahui akan hal ini dan dengan senang hati untuk
bergabung dengan para wanita yang telah memboikot gedung. Setiap korban
adalah anak perempuan atau anak lelaki dari seorang ibu. Seperti
juga di Irak, peperangan di Palestina telah disensor oleh pemerintah
Israel, yang juga menjabat sebagai tangan kanan Amerika di Timur Tengah.
Hal ini memperbolehkan mereka membuat senjata masal, mendiami tanah
terlarang, membunuh rakyat sipil termasuk anak kecil dan menghiraukan
perintah dari PBB… Dan
berita mengenai bagaimana negara-negara barat telah mempromosikan
senjata-senjata perang yang telah banyak membunuh jutaan jiwa di sensor.
Demi
kepentingan jual beli antar bangsa, keselamatan kami bukanlah prioritas
daripada pemerintah. Tetapi,
hidup kami adalah prioritas kami. Walaupun
pemerintah-pemerintah membuat peperangan seakan-akan terlihat baik di
berbagai suku, bangsa, dan agama, namun para wanitalah yang menunjukkan
bahwa peperangan hanyalah akan membawa kesengsaraan dan kematian yang
tragis. Seperti
halnya para wanita di Palestina, Kongo, Chechnya, Kashmir, Kolombia, dan
di tempat-tempat peperangan lainnya, para kaum wanita di Irak dan
Afghanistan sedang mencoba untuk membuat keluarga dan komunitas untuk
tetap hidup tanpa air atau listrik, ditengah2 kontaminasi, ranjau dan
bomb2 yang tidak meledak dan uranium yang sudah habis… Keluarga dari pasukan militer Amerika Serikat dan Inggris, yang meliputi ibu, anak perempuan, kekasih, dan istri, telah menyampaikan keinginan mereka yang amat sangat agar orang-orang yang dicintainya itu untuk kembali sekarang juga tanpa harus menumpahkan darah lebih banyak lagi. Para istri sebanyak 750 orang telah berdemonstrasi di Fort Stewart, Georgia, ketika mereka mengetahui bahwa para pasukan-pasukan tidak akan kembali pulang. Kita semua tahu bahwa kaum wanita lah, bukan para politikus, yang ‘menyusun’ kembali serpihan2 kehidupan dari para tentara yang telah hancur secara fisik maupun mental dikarenakan oleh peperangan. Sebagian besar dunia
tahu bahwa kami semua telah tertipu akan ‘senjata penghancur massal’
dan ‘pembebasan Irak’ dan mereka telah mencoba untuk menghentikan
penyerangan tersebut. Walaupun
begitu, tetap para pasukan Amerika dan Inggris dikirim untuk saling
membunuh anak-anak dari para ibu-ibu lainnya dan meresikokan hidup
mereka. Semua itu hanyalah
ambisi dari Bush, Inggris, Spanyol dan teman-teman lainnya untuk
menguasai dunia. Semakin besar
Bush dan Blair menekankan untuk menambah pasukan dan menambah budget
untuk peperangan, banyak kaum wanita dan pria dimana-mana meminta untuk
menarik kembali para pasukan untuk pulang. Pemerintah
Amerika/Inggris dan PBB tidak memiliki maksud apa pun untuk membangun
kembali Irak. Mereka hanya
mengamankan Irak untuk mengeksploitasikan negara tersebut beserta
rakyatnya. Untuk apalagi mereka
menggunakan bom uranium yang sudah terhabiskan yang telah mengakibatkan
leukemia dan kanker. Kaum wanita di Irak tahu akan prioritas-prioritas apa yang diperlukan untuk membangun kembali Irak karena merekalah yang bekerja setiap hari untuk menyelamatkan orang-orang. * Hanya ada uang untuk militer - dan untuk menyogok siapa saja yang tidak suka untuk tutup mulut. * Lebih dari $900
milyar telah terbuang untuk biaya militer. * $66,6 milyar untuk
menyerang dan menduduki Irak sedangkan 1,5 juta bayi meninggal karena
kurang gizi setiap tahunnya. * Industri
minyak yang kita bayar untuk biaya militer dan untuk kematian di
peperangan, mengancam kelangsungan hidup kita dan planet kita. * $10
milyar setiap tahunnya selama 10 tahun akan berguna untuk menyediakan
air bersih bagi 1,75 milyar orang * $19
milyar setiap tahunnya selama 10 tahun akan menghilangkan kelaparan * $17 milyar setiap tahunnya selama 10 tahun akan menyediakan sumber energi yang aman dan dapat diperbaharui bagi semua orang di dunia dan menghapuskan industri-industri yang mencermarkan seperti nuklir, batu bara, minyak, dan gas. |